Menjadi Long Distance Editor #CeritaBryan2

Mungkin sudah banyak dari kalian yang pernah menjadi editor sebuah film. Tetapi pernahkah kalian menjadi editor jarak jauh? Ya, kebetulan ujian praktek ini memberi saya kesempatan untuk merasakan menjadi seorang Long Distance Editor. 

Awalnya, saya terus terang bingung bagaimana bisa kita membuat film jarak jauh. Tentu, diperlukan persiapan yang begitu matang dan tantangannya pun jauh lebih sulit daripada membuat film secara langsung.  Oke tapi, di pikiran saya, ini tidak terlalu jauh berbeda dari membuat film secara langsung. Jadi, langsung kita coba saja.

Keanehan baru datang ketika saya mulai proses editing. Biasanya, selain sebagai editor, saya juga sebagai videographer, yang tentunya tahu sudut pandang dan latar yang digunakan. Tetapi karena terbatasnya komunikasi dalam jarak jauh ini, saya membiarkan mereka untuk merekam sesuai bayangan mereka. Toh, menurut saya, hasilnya pasti mirip-mirip.

Ternyata saya salah besar. Kumpulan-kumpulan video yang saya dapatkan sungguh mengejutkan. Pertama, latarnya sangat beragam. Bahkan, video-video yang satu bagian (scene) pun beberapa sangat kontras satu dengan yang lainnya. Bagaimana caranya membuat berbagai latar tersebut terasa seperti satu latar. Ini menjadi beban pikiran untuk sang editor. 

Selain latar, perbedaan sudut pandang pun menjadi masalah. Sudut pandang sangat penting dalam menunjukkan situasi dua tokoh berdialog. Tapi apa jadinya jika yang satu lihat kiri, yang satunya agak menunduk, yang satu berdiri, yang satu duduk. Inilah yang membuat film ini menjadi semakin aneh. 

Sebenarnya, masih banyak sekali tantangan-tantangan yang saya dapatkan sebagai Long Distance Editor. Tapi, ya sudahlah, semua akhirnya diedit dan dibuat se-normal mungkin. Penasaran bagaimana hasilnya? Klik disini untuk melihat hasilnya. 

 

Baca cerita tentang Kesaging lainnya

4 Replies to “Menjadi Long Distance Editor #CeritaBryan2”

  1. Stevanus Adrien Sanjaya says:

    Tidak ada yang mengarahkan yang jelas gerak tubuh, bagaimana berkomunikasi, semua mengalir berjalan alami, sebisanya.
    Tidak ada sutradara.
    Keterbatasan waktu.
    Keterbatasan karena masih pemula.
    Aneh tapi nyata.
    Video cap cay bisa terbentuk dari kepingan puzzle yang diedit dan dinormalkan oleh pekerja keras & kreatif, kurang tidur banget.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *