“I Can Do It” On My Own

“I Can Do It” On My Own

Ditulis oleh: Michael Ruly

Waktu, Alat, dan segala keterbatasan selalu menjadi hantu yang mengejar ketika kita mengerjakan suatu project seorang diri. Dalam film pendek oleh Relung Senandika, saya membutuhkan 30 rekaman. Dan 30 rekaman tersebut tidak termasuk pengulangan-pengulangan untuk 1 rekaman.

Bermodalkan handphone, tripod, tenaga, dan imajinasi. “ahh, U can’t do it! Though U can do it, it will definitely take a very long time”. Who said I can’t do it? I just need to “Focus”.  Ya, disini saya hanya bermodal fokus dan niat.

“Just Do It!”

Saya melakukan rekaman untuk scene 1, pada pukul 01.00 WITA.  Dan pada scene 1, saya diharuskan untuk memajukan dan memundurkan mobil dari 2 sudut pandang berbeda. Bagi saya, waktu bukanlah halangan, walaupun sebelum rekaman sempat hujan. Dan karena saya rekaman seorang diri, tidak menutup kemungkinan akan ada penjahat malam yang bisa saja merampas barang/mencelakai saya. Pada saat itu, handphone dan tripod yang saya gunakan saya taruh di seberang jalan, dan apabila ada orang berniat jahat, akan sangat mudah sekali untuk mengambilnya.

Tidak hanya rekaman di malam hari, tetapi saya juga melakukan rekaman di sore hari pada jam yang disebut “keramat”, yaitu pada jam 18.00. Dan disini, saya melakukan rekaman di hutan yang kurang terawat.  Karena hutan tersebut merupakan hutan monyet, jadi saya memikirkan “Bagaimana apabila kamera saya diambil oleh monyet?”. Dan karena pertimbangan tersebut, saya menghampiri orang-orang yang berada di daerah situ, dan saya berkenalan saat itu juga untuk meminta tolong. Alhasil, mereka pun mau dengan suka hati membantu saya.

 

Tidak hanya berkenalan orang pada saat sore hari saja, tetapi juga pada siang hari. Ketika saya melakukan rekaman untuk scene berjalan didepan rumah orang, saya melakukan rekaman di depan rumah orang yang saya tidak kenal. Saya menaruh mobil di seberang jalan dan menaruh tripod didalam mobil. Karena beberapa halangan, saya harus mengambil rekaman beberapa kali. Dan saat mengambil rekaman, secara mengejutkan… orang yang mempunyai rumah membuka gerbang. Pada saat itu juga saya langsung meminta maaf, berkenalan, dan meminta izin.

 

Itu semua adalah rekaman yang membutuhkan tenaga diluar rumah, sedangkan rekaman yang mengharuskan saya didalam rumah juga terbilang cukup sulit. Dan saya melakukan nya seorang diri dengan imajinasi yang menghayal apabila saya menjadi pemirsa sekalian. Dan semua rekaman saya pun selesai tanpa saya merasa keberatan dan mengeluh. Saya mengeluh itu pun hanya untuk candaan, bukan untuk mematahkan niat dan semangat saya.

"Time, equipment, and limitations aren't obstacles and excuses for not trying your best" -Michael Ruly
Ikon Diverifikasi Komunitas

.”

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *