Membuat Skrip Untuk Pemula, Hal yang Perlu Kamu Tahu

Setelah melihat blog yang ditulis Christopher Brian, mungkin kalian akan lebih mudah relate dengan apa yang yang saya tulis disini. Sebelumnya, saya juga sudah menulis tentang scriptwriting juga dan bisa dibilang ini part 2 nya. Baca dulu yang kemarin ya kalau belum! Jangan lupa beri komentar juga, hehe.

Brian mengutarakan hambatan-hambatan yang dilalui kelompok kami. Konsep kami besar (more like wide) dan sedari awal kami sepakat untuk membuka pintu selebar-lebarnya bagi imajinasi kita masing-masing. Konsep kami sangat mudah untuk dikembangkan dan banyak sekali skenario yang dapat dibuat. Tentu dengan chemistry para penulis, naskah awal menjadi sebuah masterpiece. Tapi apa daya sebuah karya jika melanggar batasan-batasan yang sudah ditetapkan dari awal?

Tentu saja harus melakukan proses cutting dan redefining. Sangat berat memotong naskah 18 halaman yang 4 halaman pertamanya sudah berdurasi 10 menit menjadi naskah dengan 14 halaman dan berhasil menembus 12 menit secara keseluruhan… 🙂 Bagaimana sebagai tim kami bisa sepakat memotong ini dan itu? Let’s talk about this deeper!

1. Proses Cutting dan Redefining

Pertama-tama, let’s define apa itu proses cutting dan redefining. Bagi kami, proses cutting dan redefining itu harus dilakukan secara paralel.  Proses cutting itu kita memotong dialog per kalimat sehingga dengan dialog yang singkat saja sudah tersampaikan maksud dari adegan tersebut. Jika pada pembuatan draft kami menumpahkan seluruh pemikiran kami dari konsep kedalam kalimat-kalimat, di proses ini kami bekerja secara kebalikannya. Kami mengutamakan ketelitian untuk menganalisa dialog-dialognya. Kami juga memikirkan proses transisinya antar satu adegan dengan adegan lainnya agar tidak kasar hasilnya.

2. Pentingnya Teliti Ketika Proses Revisi

Kenapa kita harus teliti? Untuk meminimalkan buang-buang kalimat tentunya. Dengan durasi short film yang hanya boleh 10 menit, satu kalimat saja pun berharga. Jika sudah tidak memungkinkan untuk dipotong, cobalah untuk mengganti kalimat tersebut tetapi tetap mempertahankan esensi kalimat yang lama.

3. Selalu Lakukan LIVE Discussion dengan Coworker

LIVE Discussion? hmm. Pernah nggak sih terbersit pemikiran, susah sih kalau harus tanya ke semuanya dulu, ntar malah lama. Di masa yang semuanya serba online, dengan mudah orang lain bisa menghiraukan pertanyaan kita atau hanya sekadar membacanya (left on read). Itulah kenapa LIVE discussion itu penting. Ngga harus semua coworkers kok! Terkadang hanya dengan satu coworker saja kita dapat bekerja lebih produktif daripada lima. Carilah coworker yang dapat diajak berdiskusi dan kritis mengenai naskah tersebut. Selain itu, LIVE Discussion penting juga karena dapat membantu otak kita menjadi lebih kritis dan kreatif. Kok bisa? kreativitas muncul ketika kita dapat mempertanyakan sesuatu dan terbersit pemikiran untuk meng-improve hal tersebut. Tanpa coworker, akan susah menilai hasil karya sendiri.

4. Always Be Open Minded and Keep Up the Teamwork

Kapan lagi buat scriptwriting bareng-bareng kalau bukan karena final project? Sebagai pemula, tentu akan sulit menggabungkan kreativitas masing-masing. Ketika ide kita tiba-tiba dihapus, pasti kita merasa kurang(inadequate) pada awalnya. Sebagai tim, jangan membiarkan hal itu kamu pendam, tapi utarakan dengan kelompokmu. Komunikasi itu penting! Jika kamu keberatan dengan keputusan yang diambil temanmu, jangan segan membicarakannya. Darisitu, kalian akan menjadi lebih kompak dan toleransi satu sama lain.

Apakah kalian setuju dengan artikel ini? Relatable banget atau nggak banget? Leave your comment! Ohya, kalian punya tips juga? Put it on the comment section yaa!

6 Replies to “Membuat Skrip Untuk Pemula, Hal yang Perlu Kamu Tahu”

  1. Brian Wongso says:

    Thankyou buat tipsnya! sekarang kita paham seberapa pentingnya ketelitian dan peran kita dalam sebuah diskusi besar maupun kecil.

    Reply
  2. Albert Oetomo says:

    Wow!!! Ini yang aku cari-cari selama ini, tips yang sangat membantu dalam membuat skrip apalagi saya juga masih pemula. Semoga saja semua tips dari Nicole ini bisa membantu kemampuan saya dalam membuat skrip drama. Terimakasih Nicole dan teman-teman. Tuhan Yesus berkati.

    Reply
  3. Natasha Celia says:

    These process seems very complicated. Indeed a great learning opportunites for you and your group.

    Reply
  4. Stevanus Adrien Sanjaya says:

    Hidup itu adalah belajar.
    Masalah adalah pembelajaran.
    Ketika masalah bertemu dengan kesempatan, di sanalah kita diasah untuk makin dewasa dan tangguh.
    Kuncinya jangan menyerah dan tetap semangat belajar apapun. Kelak akan terasa faedahnya.

    Masalah menguji kita untuk membangun kita, bukan menghancurkan kita.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *