Mendaki Gunung yang Disebut dengan Skrip

Mendaki Gunung yang Disebut dengan Skrip

Ditulis oleh Christopher Bryan

Saat kami melakukan persiapan ujian praktek multi-mapel (kesenian, agama, bahasa inggris) dan kami harus membuatnya dalam bentuk drama, ada hal yang cukup sulit untuk dilakukan, padahal hal tersebut adalah salah satu langkah paling pertama, yaitu menulis skrip.

Ketika menulis skrip, pasti kita mengalami writer’s block. Ok, istilah gaulnya yaitu buntu ide. Sebenarnya, kami mengalami kebuntunan ide adalah hal yang bisa dibilang cukup lucu. Beberapa hari pertama, kami menulis dengan sangat produktif. Sudah 5 lembar skrip kami tulis dengan cepat dan cukup indah.

Skrip ini berkembang dengan pesat. Saya yang ikut menulis skrip tersebut sangat senang dengan perkembangan yang kami rasakan begitu cepatnya, sampai-sampai, akhirnya kami menyelesaikan skrip tersebut dengan jumlah 18 halaman.

Suatu ketika, kami mengkonsultasikan skrip yang kita buat kepada guru kesenian kami, yaitu Bu Dinda. Mendengar bahwa skrip kami mencapai 18 halaman, Bu Dinda sempat berujar bahwa kita harus memikirkan durasi kami.

Duar. Demikian suara ledakan dalam kepala kami. Skrip yang kami buat ternyata terlalu panjang untuk durasi yang diminta oleh guru penilai. Kami melampaui batas waktu 10 menit dengan begitu jauhnya. Ini memaksa kami untuk melakukan hal yang paling tidak ingin kami lakukan, rewrite.

Hampir seluruh skrip kami tulis ulang agar mencukupi durasi 10 menit. Disinilah, kami mengalami writer’s block yang tadi saya katakan di paragraf kedua. Kami mengeluarkan seluruh usaha kami memutar otak untuk menjaga nilai asli dari skrip awal yang kami buat.

Akhirnya, skrip tersebut selesai dengan indah. Kami semua sangat bangga dengan hasil kerja keras kami melakukan rewrite yang berhasil, dan bahkan menambahkan beberapa bagian hingga lebih baik lagi.

2 Replies to “Mendaki Gunung yang Disebut dengan Skrip”

  1. Nathanael Adrien says:

    Hal yang paling mengesalkab adalah ketika banyaknya ide yang keluar terpaksa ditekan dengan kriteria yang ada

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *