Menjadi seorang aktor

Saya kira menjadi seorang aktor adalah hal yang sangat muda, cukup dengan modal kegantengan dan tampang ekspresi sudah bisa menjadi aktor. Namun kenyataanya tidak semudah itu. Mendapatkan ekspresi wajah yang tepat sangatlah susah, hal ini saya rasakan dalam pembuatan drama kesenian agama inggris atau disebut kesaging.

Sabtu, 30 Januari saya memulai syuting drama tersebut. Saat syuting banyak sekali hambatan yang membuat saya harus mengulang berkali – kali, seperti contohnya harus ganti baju berkali kali, harus pindah – pindah tempat agar scene yang didapatkan bagus, harus menghafal skrip, dan lain – lain. Hambatan – hambatan tersebut tentunya memakan waktu yang sangat banyak, sekitar 4 jam agar bisa sempurna, ditambah lagi harus berbahasa inggris.

Menurut saya, meskipun pandemi dan kita semuanya sekolah online, itu tidak menghalangi kita untuk tetap berkreativitas. Dengan adanya uprak kesaging ini menjadi salah satu wadah bagi kami untuk menunjukkan kreativitas kami, salah satunya saya yang bisa mempelajari ekspresi muka yang tentunya tidak mudah.

3 Replies to “Menjadi seorang aktor”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *