Senam Berujung Cidera

Senam Berujung Cidera

Ditulis oleh Kenneth Nicholas

Sedikit instrument lagu untuk menemanimu saat membaca!

Jumat, 5 Februari 2021, setelah selesai menjalani Ujian Praktek Kimia dan Biologi, saya mulai mengerjakan Ujian Praktek Bahasa Mandarin dan Olahraga.  Saya memulai dengan latian beberapa gerakan yang telah diperagakan oleh teman saya.  Setelah beberapa waktu terbuang untuk latian dan pemanasan, saya sudah siap untuk melakukan rekaman senam.

Tahap perekaman senam ini memakan waktu yang cukup banyak, karena badan saya masih sangat kaku, dan beberapa gerakan yang dicontohkan memang sedikit kurang jelas, sehingga banyak kesalahan yang saya lakukan saat itu.

Setelah selesai rekaman, badan saya terasa sangat lelah, seluruh badan sudah benar-benar lelah. Saat itu, saya ingin mengistirahatkan tubuh saya dengan tidur. Sesampainya di kamar, saya langsung melompat kearah ranjang dan *ceklek*, lutut saya mengalami dislokasi. Saat itu saya benar-benar takut karena tempurung lutut saya berpindah tempat kearah samping. Saya mengalami shock dan sakit yang amat luar biasa. Saya berusaha mengembalikan lutut itu ke tempat yang benar, tetapi saya tidak bisa. Akhirnya saya panggil kedua orang tua saya untuk membantu mengembalikan tempurung lutut saya ke tempat asalnya.

Akhirnya, tempurung lutut saya bisa dikembalikan ke tempat asalnya. Saat itu, saya tidak bisa berjalan sama sekali, rasanya benar-benar sakit. SAKIT BUANGET. Saya hanya bisa terlentang di ranjang dan tidak bisa melakukan apa-apa. Besoknya, saya sudah bisa berjalan walaupun jalannya pincang, tiap langkah yang saya ambil terasa berat dan merasa ada yang menganjal di lutut kiri saya.

Walaupun mengalami musibah seperti ini, saya masih bersyukur, karena cidera yang saya alami terjadi setelah saya selesai rekaman senam olahraga ini. Saat saya tidak bisa melakukan apa-apa, saya memilih untuk melanjutkan menyelesaikan skrip mandarin yang telah ditugaskan kepada saya.

Untuk cerita tentang suka duka saya dalam mengerjakan skrip mandarin bisa klik disini.

5 Replies to “Senam Berujung Cidera”

    1. Nathanael Adrien says:

      Terkadang, cidera itu adalah tanda seberapa keras kamu berusaha. Tetap semangat!

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *